Secara umum, pengertian dari obat herbal adalah obat  yang berasal dari seluruh atau sebagian dari tumbuh-tumbuhannya. Namun sebenarnya, istilah herbal ini memiliki arti tumbuh-tumbuhan yang tidak berkayu atau tanaman yang bersifat perdu. Obat herbal juga disebut sebagai phytomedicine atau obat botani. Pengguanaan obat herbal telah dikenal dan banyak digunakan sejak zaman dahulu, karena memiliki khasiat yang manjur dan ampuh
Silakan baca juga Obat Herbal 
           
Obat Herbal
Obat Herbal
Obat herbal diolah secara tradisional dan turun-menurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik secara magic maupun pengetahuan tradisional. Pada masa kini, para ahli mulai tertari dengan penggunaan obat herbal karena efek samping yang ditimbulkan minimal. Hal tersebut dikarenakan komposisi di dalamnya masih dapat dicerna oleh tubuh. Obat herbal juga popular dikalangan masyarakat karena lebih mudah dijangkau, baik harga maupun ketersediaannya.
Konsep Pengobatan Herbal
1.      Pendekatan yang dipakai bersifat holistic. Tubuh manusia dipandang memiliki suatu system harmoni yang selalu seimbang. Tidak berfungsinya satu bagian tubuh yang lain. Jika tubuh tidak mampu melakukan penyeimbangan kembali seperti keadaan semula, maka akan timbul suatu penyakit. Salah satu tujuan dari pengobatan herbal adalah membantu tubuh mengembalikan keharmonisan atau keseimbangan tubuh.
2.      Selain dari factor eksternal, pengobatan herbal memahami bahwa dari manusia terdapat kekuatan penyembuh yang dating dari factor spiritual, emosional, mental, dan fisikal. Kekuatan penyembuh tersebut dalam dunia medis modern dikenal dengan system imun.
3.      Mengguanakn semurni-murninya bahan dari herbal sebagai obat, tanpa tambahan zat kimia sintetis.
Konsep pengobatan herbal sangat berbeda dengan konsep pengobatan modern (yang biasanya menggunakan kimia sintetis sebagai obat). Misalnya dalam pengobatan kimia sintetis penyebab penyakit adalah virus, bakteri, dan pathogen (mikro organism pembawa penyakit); sedangkan dalam pengobatan herbal, pemyebab penyakit adalah lemahnya system imun. Silakan baca juga  Jual Obat Herbal

Kelemahan Penggunaan Obat Herbal
            Penggunaan obat herbal sangat popular di masyarakat, dikarenakan obat-obatan herbal tersedian di sekitar kita dan lebih ekonomis. Selain itu, penggunaan obat herbal memberikan manfaat yang belum tentu diperoleh dari penggunaan obat-obat kimiawi. Berikut kelebihan dari obat herbal, anata lain:
-       Menggunakan bahan alamiah/organic.
-       Kandungannya lebih banyak diserap tubuh daripada sintetis.
-       Meningkatkan system imun.
-       Holistic/mengobati sumber penyakit.
-       Minim efek samping jika digunakan dengan benar.
-       Halal karena murni dari tumbuhan.

Pembuatan Sediaan Herbal
            Dalam membuat sediaan herbal terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan karena sangat berpengaruh terhadap khasiat dan keamanan pengguanaan sediaan herbal tersebut untuk pengobatan. Adapun dua hal yang perlu diperhatikan adalah:
1.      Kebenaran Bahan
Sebelum mengguanakan sediaan herbal sebagai obat, harus dipastikan bahwa tidak menggunakan bahan tanaman yang salah. Menggunakan bahan herbal yang dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan atau keracunan.
2.      Peralatan
Peralatan panic/wadah yang digunakan sebaiknya dari bahan gelas/kaca atau stainless steel. Pisau atau pengaduk yang digunakan terbuat dari kayu atau baja. Sedangkan saringan yang digunakan adalah dari bahan plastic atau nilon. Jangan mengguanakan bahan dari aluminium karena dapat  bereaksi dengan kandungan kimia tertentu dari tanaman yang mungkin  bisa menyebabkan keracunan.Silakan baca juga  Pengertian Obat Herbal


OBAT TRADISIONAL DAN PEMANFAATANNYA
2.1. Pengertian obat alami
Obat alami sudah dikenal dan digunakan di seluruh dunia sejak beribu tahun yang lalu (Sidik, 1998). Di Indonesia, penggunaan obat alami yang lebih dikenal sebagai jamu, telah meluas sejak zaman nenek moyang hingga kini dan terus dilestarikan sebagai warisan budaya. Bahan baku obat alami ini, dapat berasal dari sumber daya alam biotik maupun abiotik. Sumber daya biotik meliputi jasad renik, flora dan fauna serta biota laut, sedangkan sumber daya abiotik meliputi sumber daya daratan, perairan dan angkasa dan mencakup kekayaan/ potensi yang ada di dalamnya. Silakan baca juga  Obat Herbal Asam Urat

Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, memiliki keanekaragaman obat tradisional yang dibuat dari bahan-bahan alami bumi Indonesia, termasuk tanaman obat. Indonesia yang dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati tersebut, memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman dan 940 spesies di antaranya diketahui berkhasiat sebagai obat atau digunakan sebagai bahan obat (Puslitbangtri, 1992). Keanekaragaman hayati Indonesia ini diperkirakan terkaya kedua di dunia setelah Brazil dan terutama tersebar di masing-masing pulau-pulau besar di Indonesia.
Pengembangan obat alami ini memang patut mendapatkan perhatian yang lebih besar bukan saja disebabkan potensi pengembangannya yang terbuka, tetapi juga permintaan pasar akan bahan baku obat-obat tradisional ini terus meningkat untuk kebutuhan domestik maupun internasional. Hal ini tentunya juga akan berdampak positif bagi peningkatan pendapatan petani dan penyerapan tenaga kerja baik dalam usaha tani maupun dalam usaha pengolahannya.
Yang dimaksud dengan obat alami adalah sediaan obat, baik berupa obat tradisional, fitofarmaka dan farmasetik, dapat berupa simplisia (bahan segar atau yang dikeringkan), ekstrak, kelompok senyawa atau senyawa murni yang berasal dari alam, yang dimaksud dengan obat alami adalah obat asal tanaman. Pada tabel di bawah ini dapat dilihat daftar beberapa tanaman obat yang mempunyai prospek pengembangan yang potensial.
2.2. Manfaat bagi kesehatan manusia
Di samping kebutuhan akan sandang, pangan, papan serta pendidikan, kesehatan juga merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, karena dengan kondisi kesehatan yang baik dan kondisi tubuh yang prima, manusia dapat melaksanakan proses kehidupan, tumbuh dan menjalankan aktivitasnya dengan baik. Apabila terjadi suatu keadaan sakit atau gangguan kesehatan, maka obat akan menjadi suatu bagian penting yang berperan aktif dalam upaya pemulihan kondisi sakit tersebut.
Selama ini, pembangunan kesehatan meletakkan ilmu pengobatan Barat (modern) sebagai dasar sistem kesehatan nasional, begitu pula berbagai peraturan dan kebijakan lebih banyak menyangkut obat-obatan modern. Di lain pihak, merujuk pada filosofi pengobatan Timur, eksistensi manusia tidak terpisah dari unsur alam semesta, yang meliputi air, api, tanah dan udara. Keberadaan manusia di tengah kehidupan harus dipandang secara holistik. Ketika manusia terganggu kesehatannya, harmoni kehidupannyapun terganggu. Pada saat inilah manusia membutuhkan obat untuk memulihkan kesehatannya. Silakan baca juga  Obat herbal Sinusitis

Berbicara mengenai obat alami, sumber penggunaannya dapat ditelusuri dari budaya dan konsep kesehatan dari beberapa prinsip pandang di antaranya Ayurveda, Cina dan Unani-Tibb (Wijesekera, 1991)
Sistem Ayurveda yang berkembang di India dan kawasan Asia Tenggara menganut konsep pemulihan kesehatan berdasarkan pengembalian (restorasi) dan menjaga keseimbangan tubuh pada keadaan normal. Sistem Cina, yang berkembang di Cina, Jepang, Korea dan Taiwan, pada intinya menekankan pada pengembalian hubungan fungsional yang dinamis antar organ tubuh. Sedangkan sistem Unani-Tibb yang berkembang di Timur Tengah terutama Mesir dan Turki, berdasarkan konsep terapi yang sistematis. Di Indonesia sendiri, landasan ilmiah konsep pengobatan tradisional belum didokumentasikan secara sistematis, namun manfaatnya telah dirasakan terutama oleh masyarakat yang hidupnya jauh dari fasilitas pengobatan modern. Silakan baca juga  Obat Herbal Darah Tinggi

 Penggunaan tanaman obat di kalangan masyarakat sangat luas, mulai untuk bahan penyedap hingga bahan baku industri obat-obatan dan kosmetika. Namun, di dalam sistim pelayanan kesehatan masyarakat, kenyataannya peran obat-obat alami belum sepenuhnya diakui, walaupun secara empiris manfaat obat-obat alami tersebut telah terbukti. Sebagai salah satu contoh adalah penggunaan jamu sebagai obat kuat, obat pegal linu, mempertahankan keayuan, pereda sakit saat datang bulan dan lain-lain, menyiratkan penggunaan jamu yang sangat luas di masyarakat. Memang disadari, bahwa produksi jamu belum banyak tersentuh oleh hasil-hasil penelitian karena antara lain disebabkan para produsen jamu pada umumnya masih berpegang teguh pada ramuan yang diturunkan turun-temurun. Akibatnya, hingga saat ini obat tradisional masih merupakan bahan pengobatan alternatif di samping obat modern.
Dengan adanya krisis moneter yang melanda Indonesia dan berlanjut menjadi krisis ekonomi yang berkepanjangan, berdampak pada melonjaknya harga obat-obatan modern secara drastis oleh karena lebih dari 90% bahan bakunya tergantung impor. Obat tradisional, yang merupakan potensi bangsa Indonesia, oleh karena itu dapat ikut andil dalam memecahkan permasalahan ini dan sekaligus memperoleh serta mendayagunakan kesempatan untuk berperan sebagai unsur dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat, terlebih-lebih dengan adanya kebijakan Menteri Kesehatan RI tahun 1999 untuk mengembangkan dan memanfaatkan tanaman obat asli Indonesia untuk kebutuhan farmasi di Indonesia. Silakan baca juga  Obat Herbal Ambeien

Kecenderungan kuat untuk menggunakan pengobatan dengan bahan alam, tidak hanya berlaku di Indonesia, tetapi juga berlaku di banyak negara karena cara-cara pengobatan ini menerapkan konsep back to nature atau kembali ke alam yang diyakini mempunyai efek samping yang lebih kecil dibandingkan obat-obat modern .
Mengingat peluang obat-obat alami dalam mengambil bagian di dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat cukup besar dan supaya dapat menjadi unsur dalam sistem ini, obat alami perlu dikembangkan lebih lanjut agar dapat memenuhi persyaratan keamanan, khasiat dan mutu.

PENGERTIAN CARA PEMBUATAN OBAT TRADISIONAL YANG BAIK (CPOTB)
Obat tradisional merupakan produk yang dibuat dari bahan alam yang jenis dan sifat kandungannya sangat beragam sehingga untuk menjamin mutu obat tradisional diperlukan cara pembuatan yang baik dengan lebih memperhatikan proses produksi dan penanganan bahan baku. Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) meliputi seluruh aspek yang menyangkut pembuatan obat tradisional, yang bertujuan untuk menjamin agar produk yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Mutu produk tergantung dari bahan awal, proses produksi dan pengawasan mutu, bangunan, peralatan dan personalia yang menangani. Silakan baca juga  Obat herbal Sakit Gigi

Penerapan CPOTB merupakan persyaratan kelayakan dasar untuk menerapkan sistem jaminan mutu yang diakui dunia internasional. Untuk itu sistem mutu hendaklah dibangun, dimantapkan dan diterapkan sehingga kebijakan yang ditetapkan dan tujuan yang diinginkan dapat dicapai. Dengan demikian penerapan CPOTB merupakan nilai tambah bagi produk obat tradisional Indonesia agar dapat bersaing dengan produk sejenis dari negara lain baik di pasar dalam negeri maupun internasional.
Mengingat pentingnya penerapan CPOTB maka pemerintah secara terus menerus memfasilitasi industri obat tradisional baik skala besar maupun kecil untuk dapat menerapkan CPOTB melalui langkah-langkah dan pentahapan yang terprogram. Dengan adanya perkembangan jenis produk obat bahan alam tidak hanya dalam bentuk Obat Tradisional (Jamu), tetapi juga dalam bentuk Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka, maka Pedoman Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik ini dapat pula diberlakukan bagi industri yang memproduksi Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka Silakan baca juga  Obat Herbal Kolestrol

Definisi Herbal
Obat Herbal  atau jamu adalah obat rakyat atau obat tradisional yang  dipraktekkan berdasarkan penggunaan tanaman dan ekstrak tanaman. Herbal adalah juga dikenal sebagai obat botani, jamu medis, obat herbal, Herbologi, herblore, dan Phytotherapy. Lingkup jamu adalah kadang-kadang diperluas untuk mencakup produk-produk jamur dan lebah, serta mineral, kerang dan bagian binatang tertentu. Pharmacognosy adalah studi tentang obat-obatan yang berasal dari sumber alami.
Penggunaan obat tradisional diakui sebagai cara untuk belajar tentang obat potensial di masa depan. Pada tahun 2001, peneliti mengidentifikasi 122 senyawa digunakan dalam pengobatan utama yang berasal dari “ethnomedical” sumber tanaman;. 80% dari senyawa-senyawa yang digunakan dalam cara yang sama atau terkait seperti penggunaan ethnomedical tradisional.
Tanaman telah merevolusi kemampuan untuk mensintesis senyawa kimia yang membantu mereka mempertahankan diri terhadap serangan dari berbagai predator seperti serangga, jamur dan mamalia herbivora. Secara kebetulan, beberapa senyawa ini, sementara yang beracun untuk tanaman predator, ternyata memiliki efek menguntungkan bila digunakan untuk mengobati penyakit manusia. Metabolit sekunder tersebut sangat bervariasi dalam struktur, banyak zat aromatik, yang kebanyakan fenol tersubstitusi atau oksigen turunan mereka. Setidaknya 12.000 telah diisolasi sejauh ini,  diperkirakan kurang dari 10% dari total. Senyawa kimia dalam tanaman memediasi efek mereka pada tubuh manusia dengan cara mengikat molekul reseptor hadir dalam tubuh, proses tersebut identik dengan mereka yang sudah dipahami dengan baik untuk obat konvensional dan sebagai obat herbal seperti tidak berbeda jauh dari obat konvensional dalam hal bagaimana mereka bekerja. Hal ini memungkinkan obat-obatan herbal yang ada pada prinsipnya sama efektifnya dengan obat-obatan konvensional tetapi juga memberi mereka potensi yang sama untuk menimbulkan efek samping yang berbahaya. Banyak bumbu dan rempah-rempah yang digunakan oleh manusia untuk musim menghasilkan senyawa makanan obat yang berguna. Silakan baca juga  Obat herbal Diabetes

Demikian pula untuk obat resep, sejumlah herbal yang dianggap cenderung menyebabkan efek yang merugikan. Lebih jauh lagi, “pemalsuan, formulasi yang tidak tepat, atau kurangnya pemahaman tentang interaksi tanaman dan obat telah menyebabkan reaksi merugikan yang kadang-kadang mengancam kehidupan.


Pengertian Obat Herbal
Obat Herbal memiliki konsep berbeda dengan pengobatan medis. Dalam pengobatan medis, adanya penyakit disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, kuman, dan jamur. Jadi caramengobati tubuh yang sakit adalah dengan membunuh mikroorganisme tersebut menggunakan obatkimia. Sedangkan dalam pengobatan herbal, keberadaan mikroorganisme tersebut dianggap tidak  bisa dihindari. Yang jadi masalah adalah daya tahan tubuh dan antibodi manusia tidak mampumengatasi gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh mikroorganisme tersebut. Obat herbalmenggunakan bahan-bahan alami dari tumbuh-tumbuhan atau hean.Jika daya tahan tubuh baik, manusia tidak akan sakit. !kan tetapi kadang imunitas tubuh menurunkarena adanya jutaan toksin atau racun di dalam tubuh manusia yang mengakibatkan kekebalantubuh menurun. "acun-racun tersebut masuk ke dalam tubuh kita bisa melalui perna#asan, makananatau minuman. Sumber-sumber toksin itu bisa berasal dari makanan berpengaet, pencemaranudara, bahan pearna, logam berat, $at antibiotik, %S&, dan bahan kimia anorganik yang masuk kedalam tubuh.'oksin-toksin dalam tubuh harus dikeluarkan melalui proses yang dinamakan detoksi#ikasi. 'oksin-toksin yang biasanya berada dalam darah, jantung, usus besar, lever, dan ginjal manusia harusdibersihkan menggunakan bahan-bahan alami dari alam. (iasanya para pakar pengobatan herbalmenggunakan tumbuh-tumbuhan, garam, ikan, hean atau bebatuan untuk melakukan prosesdetoksi#ikasi tersebut. Jika toksin-toksin dalam tubuh berhasil dikeluarkan, maka kekebalan tubuhkita akan meningkat dengan sendirinya sehingga mampu melaan penyakit yang disebabkan olehmikroorganisme.Deasa ini, minat masyarakat terhadap obat dan pengobatan herbal semakin tinggi. Obat herbaladalah bahan atau ramuan yang bisa berupa tumbuhan, hean, bahan mineral, atau campuran darisemua bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan masyarakat untuk pengobatan danditrerapkan sesuai norma yang berlaku di masyarakat. Obat herbal disebut juga sebagai obatalternati#, obat alamiah, atau tradisional yang sudah diman#aatkan sejak lama. Silakan baca juga  Obat Herbal Asam Lambung

Keuntungan Menggunakan Obat Herbal
)engobatan menggunakan tumbuh-tumbuhan telah lama ada dalam peradaban manusia dandiariskan secara turun-temurun. *eampuhannya dalam mengobati penyakit tidak diragukan lagioleh dunia kedokteran modern. (erbagai jenis penyakit yang sudah tidak dapat disembuhkanmelalui pengobatan modern, ternyata bisa diatasi dengan pengobatan alami, seperti penyakit darahtinggi, gangguan sara#, diabetes, dan jantung. +#ek sampingnya yang minimal menjadi nilai tambah.(eberapa pasien memang ada yang mengalami e#ek samping setelah menggunakan obat herbal, tapihal itu lebih dikarenakan pasien tersebut memiliki alergi terhadap $at yang terkandung dalam obatherbal tersebut.(erikut ini beberapa keuntungan menggunakan Obat Herbal jika dibandingkan dengan obatmodern.+#ek samping sangat kecil karena berasal dari sumber alami..%enghilangkan akar penyakit. +#ek obat herbal bersi#at menyeluruh, sehingga tidak hanyamengobati penyakit tapi juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melaan penyakit./.(ahan-bahannya mudah didapat. 'anaman obat herbal banyak ditemukan disekitar kita dandapat dengan mudah dibudidayakan.


0.(ebas dari racun1toksin. Obat herbal mengandung $at anti racun dan memiliki kemampuanmengeluarkan racun dari dalam tubuh.2.(ahan mudah diolah. 'idak perlu teknologi tinggi untuk mengolah obat herbal. Sangatsederhana.3.(isa mengobati banyak penyakit secara bersamaan. Obat herbal tidak hanya berkhasiatmenyembuhkan satu penyakit, tetapi dapat digunakan untuk pengobatan lebih dari satu penyakit. Silakan baca juga Obat Herbal Batu Ginjal

Penggunaan Obat Herbal Dalam Pengobatan Modern
Sebelumnya, pengobatan menggunakan bahan alami ini hanya dianggap sebagai pelengkap bagi pengobatan medis. Hanya masyarakat menengah ke baah yang sering melakukan pengobatanalternati# ini. 'api seiring aktu, pengobatan herbal kini dilirik oleh pengobatan modern sebagai pengobatan alternati# karena handal dalam mengobati berbagai jenis penyakit dengan menggunakan bahan-bahan alami. *elebihan penggunaan bahan alami adalah tidak adanya e#ek samping sepertihalnya obat modern yang serba sintetis dan kimiai. *elebihan lainnya adalah, obat alami tetap bisa dikonsumsi sementara kita mengkonsumsi obat modern, namun harus melalui persetujuan dan pengaasan dokter yang mengetahui persis penyakit yang kita derita.)enggunaan pengobatan modern secara bersamaan dengan obat herbal dinamakan herbal medik.)engobatan secara herbal medik harus melalui kajian ilmiah. (erikut ini beberapa keuntunganherbal medik.%emelihara kebugaran dan juga kecantikan tubuh..%eningkatkan daya konsentrasi./.%eningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.0.%empercepat penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.2.%embantu program diet baik untuk melangsingkan atau menggemukkan tubuh.3.%enunjang pengobatan terhadap penyakit.
Konsumsi Obat Herbal Secara Tepat
 "espon tiap individu terhadap obat herbal berbeda satu sama lain. Oleh karena itu obat herbal tidak dapat diminum sembarangan. *endati memiliki gangguan kesehatan yang sama, belum tentu herbalyang diberikan akan cocok bagi satu penderita dengan penderita lainnya. *onsumsi obat herbal sedapat mungkin tidak dikombinasikan dengan obat kimia sintetis karenadapat menyebabkan interaksi kimia yang tidak diinginkan. (erikut ini beberapa interaksi yangmungkin terjadi jika menggunakan obat herbal bersamaan dengan obat kimia sintetis.%enyebabkan resistensi obat terhadap tubuh atau dengan kata lain tubuh menjadi kebalterhadap obat yang kita minum..%engurangi e#ek terapi obat yang berakibat kegagalan dalam pengobatan./.%engubah proses kerja obat yang bisa mengakibatkan komplikasi penyakit yang tidak terduga.0.%engurangi e#ek obat, yang jika dosisnya ditambah justru mengakibatkan overdosis.2.%eningkatkan e#ek samping obat yang bisa mengakibatkan keracunan.Sebaiknya penggunaan obat herbal dikombinasikan dengan jenis obat herbal lainnya. 'etapi, dalam penggunaannya sebaiknya tidak bersamaan. %ulailah dengan satu jenis herbal. *onsumsi secarateratur sesuai dosisi yang direkomendasikan. Setelah tahap tersebut, barulah kita mulaimengkonsumsi herbal lainnya. Yang paling penting adalah berkonsultasi dengan ahli herbal yangkita percaya. Silakan baca juga  Obat Herbal Vertigo



Artikel Lainnya yang saya copas dari beberapa artikel
OBAT HERBAL
Obat herbal adalah obat yang bersifat organik atau alami, sama seperti tubuh kita. Obat herbal murni diambil dari saripati tumbuhan atau hewan yang mempunyai manfaat untuk pengobatan, tanpa ada campuran bahan kimia buatan (sintetis). Obat Herbal yang berasal dari tumbuhan (nabati) misalnya jahe, bawang putih, kurma, jintan hitam (Habbatussauda), dsb. Yang berasal dari hewan (hewani) diantaranya Teripang (Gamat), Madu, Propolis, minyak ikan hiu, dsb.
Pada jaman sekarang ini, dengan berkembangnya teknologi kedokteran yang semakin pesat dan banyaknya riset penelitian berkaitan dengan obat-obatan, maka semakin membuka mata kita bahwa ternyata alam secara alaminya telah menyediakan obat yang manjur untuk segala penyakit. Obat-obatan itu tidaklah sulit dicari dan beda dengan obat dari bahan kima sintetis, yang lambat laun akan menimbulkan efek samping pada tubuh kita.
Sedangkan Herbal adalah tanaman atau tumbuhan yang mempunyai kegunaan atau nilai lebih dalam pengobatan. Dengan kata lain, semua jenis tanaman yang mengandung bahan atau zat aktif yang berguna untuk pengobatan bisa digolongkan sebagai herbal. Herbal kadang disebut juga sebagai tanaman obat, sehingga dalam perkembangannya dimasukkan sebagai salah satu bentuk pengobatan alternatif.
Pengertian Obat Herbal Secara Umum
Obat Herbal  atau jamu adalah obat rakyat atau obat tradisional yang  dipraktekkan berdasarkan penggunaan tanaman dan ekstrak tanaman. Herbal adalah juga dikenal sebagai obat botani, jamu medis, obat herbal, Herbologi, herblore, dan Phytotherapy. Lingkup jamu adalah kadang-kadang diperluas untuk mencakup produk-produk jamur dan lebah, serta mineral, kerang dan bagian binatang tertentu. Pharmacognosy adalah studi tentang obat-obatan yang berasal dari sumber alami.
Penggunaan obat tradisional diakui sebagai cara untuk belajar tentang obat potensial di masa depan. Pada tahun 2001, peneliti mengidentifikasi 122 senyawa digunakan dalam pengobatan utama yang berasal dari “ethnomedical” sumber tanaman;. 80% dari senyawa-senyawa yang digunakan dalam cara yang sama atau terkait seperti penggunaan ethnomedical tradisional.
Tanaman telah merevolusi kemampuan untuk mensintesis senyawa kimia yang membantu mereka mempertahankan diri terhadap serangan dari berbagai predator seperti serangga, jamur dan mamalia herbivora. Secara kebetulan, beberapa senyawa ini, sementara yang beracun untuk tanaman predator, ternyata memiliki efek menguntungkan bila digunakan untuk mengobati penyakit manusia. Metabolit sekunder tersebut sangat bervariasi dalam struktur, banyak zat aromatik, yang kebanyakan fenol tersubstitusi atau oksigen turunan mereka. Setidaknya 12.000 telah diisolasi sejauh ini,  diperkirakan kurang dari 10% dari total. Senyawa kimia dalam tanaman memediasi efek mereka pada tubuh manusia dengan cara mengikat molekul reseptor hadir dalam tubuh, proses tersebut identik dengan mereka yang sudah dipahami dengan baik untuk obat konvensional dan sebagai obat herbal seperti tidak berbeda jauh dari obat konvensional dalam hal bagaimana mereka bekerja. Hal ini memungkinkan obat-obatan herbal yang ada pada prinsipnya sama efektifnya dengan obat-obatan konvensional tetapi juga memberi mereka potensi yang sama untuk menimbulkan efek samping yang berbahaya. Banyak bumbu dan rempah-rempah yang digunakan oleh manusia untuk musim menghasilkan senyawa makanan obat yang berguna.
Demikian pula untuk obat resep, sejumlah herbal yang dianggap cenderung menyebabkan efek yang merugikan. Lebih jauh lagi, “pemalsuan, formulasi yang tidak tepat, atau kurangnya pemahaman tentang interaksi tanaman dan obat telah menyebabkan reaksi merugikan yang kadang-kadang mengancam kehidupan.
Definisi Obat Herbal
Obat herbal adalah obat yang berasal dari tumbuhan yang diproses/ diekstrak sedemikian rupa sehingga menjadi serbuk, pil atau cairan yang dalam prosesnya tidak menggunakan zat kimia. Misalnya jamu, obat tolak angina cair, dsb. Seperti kita ketahui obat herbal dapat menyembuhkan penyakit dengan efek samping yang minim karena dibuat dari bahan-bahan yang alami, tidak seperti obat-obat sintetis yang dapat memberikan efek samping baik secara langsung maupun setelah waktu yang lama.
Sedangkan definisi pengobatan herbal (herbalism) adalah pengobatan tradisional atau pengobatan rakyat mempraktekkan yang didasarkan pada pemakaian tumbuhan-tumbuhan dan ekstrak tumbuhan. Herbalism juga dikenal sebagai pengobatan berkenaan dengan penggunaan tumbuhan untuk pengobatan, medis secara herbal, obat herbal, herbology, dan phytotherapy. Kadang-kadang lingkup dari obat bahan tumbuhan yang dipergunakan diperluas termasuk produk-produk jamur dan lebah, mineral-mineral, kulit/kerang-kulit/kerang dan bagian binatang tertentu.
Pengobatan herbal atau herbalism telah dipraktikkan sejak dulu. Pada zaman Rasulullah SAW, beliau menggunakan obat-obat herbal seperti habbatusaudah untuk mengobati beberapa penyakit. Keampuhan obat herbal memang tidak diragukan lagi, sejak dulu hingga pada zaman yang sangat moderen seperti sekarang ini. Obat herbal saat ini telah diproduksi mengikuti perkembangan zaman sehingga lebih mudah untuk dikonsumsi.
Obat Herbal Tradisional Pengertiannya
Apa yang dimaksud dengan obat herbal ? berikut ini akan kami deskripsikan pengertiannya yang kami rangkum dari berbagai sumber. Secara umum, obat herbal adalah obat yang diramu dari tanaman-tanaman tradisonal berkhasiat yang digunakan  untuk pengobatan penyakit-penyakit tertentu. Sekarang  ini obat herbal menjadi pilihan utama dalam pengobatan karena khasiatnya yang sudah terbukti dan tidak mempunyai efek samping seperti pada kebanyakan obat-obat medis. Obat herbal dapat memperbaiki sel-sel organ tubuh yang rusak dan dapat memberikan efek penyembuhan yang permanen.

Pengertian Obat Herbal Tradisional
Sunatullah jika alam menyiapkan segala yang dibutuhkan manusia, terlebih  masalah pengobatan. Ditengah gencarnya penawaran therapy medis yang mengakibatkan tenggelamnya obat herbal alami,  dengan segala dampak positif negatifnya, orang-orang kembali mengalihkan pengobatan alami yang telah sekian lama tenggelam. Lantas,  apa sejatinya pengertian obat herbal? Meskipun telah banyak yang mengonsumsinya, nyatanya masih banyak masyarakat yang belum tahu apa sih sebenernya pengertian obat herbal itu? Artikel herbal ini akan coba mengulas dengan singkat dan padat masalah pengertian obat herbal itu seperti apa.
Pengobatan herbal atau herbalism telah dipraktikkan sejak dulu. Pada zaman Rasulullah SAW, beliau menggunakan obat-obat herbal seperti habbatusaudah untuk mengobati beberapa penyakit. Meskipun saat itu juga belum popular tantang pengertian obat herbal , namun masalah keampuhan obat herbal, masyarakat sangat menyakininya, sejak dulu hingga pada zaman yang sangat moderen seperti sekarang ini. Obat herbal saat ini telah diproduksi mengikuti perkembangan zaman sehingga lebih mudah untuk dikonsumsi. Banyak sekali artikel herbal yang memaparkan sejarah menkjubkan dalam dunia pengobatan ini.
Bagaimana pengertian obat herbal sebenarnya?
Mengenai pengertian obat herbal sendiri sebenarnya sangat banyak versinya. Namun demikian inilah pengertian obat herbal yang paling sering dipakai.
Pengertian obat herbal versi pertama adalah bahwa yang dinamakan obat herbal adalah obat yang berasal dari tumbuhan yang diproses/ diekstrak sedemikian rupa sehingga menjadi serbuk, pil atau cairan yang dalam prosesnya tidak menggunakan zat kimia. Seperti dalam pengertian obat herbal, dapat kita ketahui bersama bahwa obat herbal dapat menyembuhkan penyakit dengan efek samping yang minim karena dibuat dari bahan-bahan yang alami, tidak seperti obat-obat sintetis yang dapat memberikan efek samping baik secara langsung maupun setelah waktu yang lama. pengertian obat herbal yang mencakup efek samping inilah yang sangat menarik minat masyarakat baru-baru ini. Tentunya hal ini tak lepas banyaknya informasi dalam bentuk artikel herbal di berbagai media terutama dunia maya yang dengan mudah diakses masyarakat.
Pengertian obat herbal versi kedua adalah Pengertian obat tradisional berdasarkan Peraturan Menteri kesehatan Nomor 246/Menkes/Per/V/1990 Pasal 1 menyebutkan bahwa : pengertian obat herbal atau Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dan bahan-bahan tersebut, yang secara traditional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. pengertian obat herbal versi peraturan menteri ini lebih luas dari pengertian obat herbal yang pertama karena mencakup selain tumbuhan juga.
Pengertian obat herbal secara spesifik
Pengertian obat herbal sendiri juga bisa diartikan sebagai tanaman atau bagian dari tanaman yang digunakan sebagai pemberi aroma, perasa, atau untuk pengobatan. Lebih jauh saat ini cakupanya diperluas menjadi binatang ataupun organisme atau bagian dari suatu organisme yang dibunakan untuk tujuan pengobatan.
Berdasarkan pengertian obat herbal diatas, dikembangkan pengelompokan tingkat herbal, dimana obat herbal yang saat ini telah diakui oleh ilmu kedokteran modern adalah obat herbal yang telah melalui tiga uji penting, yaitu:
Uji praklinik (uji khasiat dan toksisitas)
uji teknologi farmasi untuk menentukan identitas atau bahan berkhasiat secara seksama hingga dapat dibuat produk yang terstandardisasi
uji klinis kepada pasien. Agar setara dengan obat modern, obat tradisional harus melewati berbagai proses tersebut. Apabila telah lulus uji klinis, obat herbal tersebut kemudian disebut fitofarmaka yang layak diresepkan oleh dokter dan dapat beredar di pusat pelayanan kesehatan.
Berdasarkan tingkatan uji klinisnya, obat tradisonal dapat digolongkan menjadi:
Jamu (empirical based herbal medicine)
Obat ekstrak alam/obat herbal terstandar (scientific based herbal medicine)
Fitofarmaka (clinical based herbal medicine).
Dari pengertian obat herbal, Jamu merupakan  jenis herbal yang belum melalui proses uji kelayakan, ia baru  berdasarkan pengalaman masyarakat, sementara  obat herbal terstandar telah diuji khasiat dan toksisitasnya (kandungan racun), namun belum diujicobakan penggunaannya pada pasien.

0 comments so far,add yours